Bukan yang paling cepat melamar. Sebar tes singkat lewat WhatsApp, terima kandidat yang sudah diurutkan dari paling cocok, lengkap dengan laporan ala talent expert.
Puluhan sampai ratusan pelamar masuk tiap lowongan. Baca CV satu-satu makan waktu dan tetap menebak.
Tidak kelihatan siapa yang tahan tekanan, teliti, atau bakal betah. Yang kelihatan cuma klaim.
Salah pilih, orang resign dalam 2 bulan. Rekrut ulang, latih ulang, dari nol lagi.
Paling terasa di hospitality, retail, F&B, dan customer service. Persis pasar yang kita tuju.
Tempel job description. AI merekomendasikan paket tes yang paling prediktif untuk peran itu.
Kandidat terima link, kerjakan tes ±12 menit dari HP. Tanpa install, tanpa akun.
Kandidat otomatis terurut dari paling cocok. Buka laporan mendalam saat kamu siap memutuskan.
Tes gratis. Yang berbayar adalah membuka laporan analis per kandidat.





Harga nempel ke value: yang dibayar adalah insight-nya, bukan menjalankan tesnya.
Pakai IPIP & ICAR (public domain, teruji ilmiah) plus situational judgment. Didampingi psikolog berlisensi.
Skor untuk memprioritaskan, keputusan tetap di HR. Transparan soal apa yang tes tidak bisa lihat.
Makin lama dipakai, Selaras belajar pola "karyawan sukses" di bisnismu sendiri. Inilah yang tak tergantikan.
DISC ditampilkan karena familiar, tapi bobotnya dijaga rendah, karena ia paling lemah memprediksi performa.
Kami ingin menjalankan Selaras pada satu batch hiring nyata, lalu mendengar langsung: apakah ranking-nya masuk akal di matamu?